Presiden SBY Membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional ke-2
(1 Vote)
Berita & Artikel / Berita Lepas / imanez / Kamis, 04 September 2008 20:12
Hits
Jakarta, -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (20/08/2008) di Istana Negara, Jakarta secara resmi membuka Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional ke-2 atau The 2nd International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (The 2nd IOAA). Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden SBY dan didampingi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo.
Presiden SBY dalam kata sambutannya mengatakan, Olimpiade Internasional bidang Astronomi dan Astrofisika merupakan contoh yang konkrit bahwa semua bangsa bersatu diwakili oleh anak - anak para peserta olimpiade, anak - anak dunia, dan bukan hanya anak - anak bangsa Indonesia, yang kelak akan ikut memecahkan masalah global dan meningkatkan kesejahteraan manusia sejagad. "Kita semua mendukung dan menyambut baik penyelenggaraan olimpiade ini dan semoga akan terus berlanjut," katanya.  

Presiden SBY menekankan pentingnya ilmu astronomi dan astrofisika. Menurut Presiden, di waktu yang lalu bangsa - bangsa yang menguasai astronomi memiliki peradaban yang tinggi. "Sekarang pun masih banyak rahasia alam semesta dengan segala dinamikanya, dengan segala keteraturan, kesinambungan, dan perubahan memerlukan penguasaan ilmu pengerahuan dan teknologi untuk memahaminya, menyelamatkannya, dan meresponnya dengan baik. Terutama di bidang astronomi dan astrofisika kita mengenal hukum alam, keteraturan, kesinambungan, dan perubahan," katanya. 

Presiden SBY berpendapat, akan relevan kalau sungguh - sungguh mengetahui astronomi dan astrofisika terlebih bagi Indonesia dengan geografinya yang khas Indonesia, yang rawan gempa, dan rawan bencana sehingga diperlukan penguasaan ilmu - ilmu ini utamanya astrofisika. "Oleh karena itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Badan Meteorologi dan Geofisika, perannya menjadi lebih penting lagi di masa depan. Kita ingin terus bisa meningkatkan kinerjanya untuk ikut mendidik kita semua memberi warning kepada masyarakat untuk kepentingan yang baik, untuk kepentingan dan keselamatan kita semua," katanya. 

Kepada anak - anak yang akan mengikuti olimpiade, baik yang dari Indonesia maupun dari negara - negara sahabat, Presiden SBY berpesan, agar melakukan kompetisi dengan sehat. "Saya yakin kalian akan lebih terinspirasi dan termotivasi untuk ke depan lebih kreatif lagi, lebih inovatif lagi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan terutama di bidang astronomi dan astrofisika. Cara seperti ini adalah bagian dari jalan yang benar dalam dunia pendidikan untuk benar - benar membangun manusia yang unggul dan cerdas," ujarnya. 

Mendiknas melaporkan, kegiatan The 2nd IOAA yang berlangsung pada 19 - 28 Agustus 2008 di Bandung dan Lembang, Jawa Barat diikuti oleh siswa SMA dari 22 negara. Mendiknas menyebutkan, peserta dari Benua Eropa diwakili oleh Yunani, Rumania, Belarusia, Slovakia, Lithuania, Ukraina dan Polandia. Sementara dari Benua Amerika diwakili oleh Brazil dan Bolivia, sedangkan dari Benua Asia diwakili oleh Indonesia, Malaysia, Singapura, Bangladesh, Myanmar, Iran, Korea, China, Kamboja, India, Thailand, Azerbaijan dan Sri Lanka. "Setiap negara mengirimkan siswa dan team leader dengan jumlah keseluruhan 95 siswa dan 41 anggota team leader. Indonesia mengikutsertakan sepuluh siswa SMA dan empat team leader," katanya. 

Mendiknas mengatakan, pada penyelenggaraan Olimpiade Astronomi dan Astrofisika ke-1 siswa Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. "Semoga dalam penyelenggaraan kali ini Indonesia kembali sukses meraih medali," katanya. 

Peluncuran Buku Teks Pelajaran Murah 

Pada kesempatan yang sama Presiden SBY meluncurkan buku teks pelajaran murah. Presiden SBY secara simbolis menyerahkan buku teks pelajaran murah kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.  

Presiden SBY mengatakan, perwujudan program buku teks pelajaran murah dimaksudkan untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air. "Terobosan program buku murah ini menambah deretan upaya kita untuk membikin pendidikan lebih berkualitas dan lebih mudah dalam arti terjangkau oleh semua dan lebih murah," katanya. 

Presiden mengatakan, forum pembukaan The 2nd IOAA maupun peluncuran buku teks pelajaran murah adalah forum yang penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendidikan nasional yang pada gilirannya akan membentuk, membangun, dan menciptakan manusia - manusia yang cerdas dan unggul. Presiden berpendapat, apabila manusia dan bangsa - bangsa di dunia ini cerdas dan unggul, hampir pasti masalah - masalah yang dihadapi oleh dunia akan dapat dipecahkan dengan baik. "Dan bahkan dengan keunggulan dan kecerdasan kita, dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kehidupan masyarakat kehidupan bangsa - bangsa termasuk kesejahteraannya juga akan dapat terus ditingkatkan, " katanya.***
Sumber : depdiknas
Pembaharuan terakhir pada Rabu, 08 Oktober 2008 20:38
FASILITAS
TIM SUPPORT
Admin
Support 1
Support 2
Support 3